Senin, 26 Desember 2016

Menulis Kreatif



Menulis Kreatif
Oleh: Agus Yulianto, S.Pd.I
            Ketika ingin menulis tentunya kita memiliki tujuan atau motivasi. Lalu, apa saja yang melatar belakangi seseorang ingin menulis? Motif menulis bisa dipecah menjadi dua:
1. Materi
Menulis karena ingin dapat uang, tenar, dihormati dan lain sebagainya. Semua itu tentang hal-hal duniawi.

2. Filosofi
Menulis karena ingin menyebarkan paham tertentu. Da’wah atau propaganda.
Kedua motif di atas sah-sah saja dimiliki. Malah biasanya, setiap penulis punya gabungan dua motif di atas.

            Banyak orang yang berkeinginan menjadi penulis, lalu bagaimana caranya menjadi penulis? Berikut ini adalah cara atau langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk menjadi seorang penulis:
Banyak membaca
            Penulis membutuhkan ide atau gagasan, dan ide atau gagasan itu banyak kita dapatkan dari membaca. Ada banyak jenis bacaan yang bisa kita baca tergantung minat kita. Apa yang kita baca amat menentukan gaya kepenulisan kita
Mencoba menulis
            Tuliskan saja apa yang ingin Anda tuliskan, bahkan ketika Anda tidak punya ide sama sekali Anda pun bisa menulis cerita bahwa Anda sedang tidak punya ide. Menulis bisa melalui media apa saja, bisa Anda tulis di komputer Anda, buku harian Anda, ataupun di media sosial seperti facebook, dan juga blog. Semakin banyak kita menulis maka kita semakin mengasah kemampuan kita untuk menulis.
Mengirimkan tulisan
            Setelah Anda mencoba banyak menulis tentang apapun itu baik artikel, puisi, atau puncerpen, cobalah untuk mengirimkannya ke media seperti media cetak. Atau jika tulisan Anda sudah menjadi sebuah buku, Anda bisa mengirimkannya ke penerbit buku.
Teruslah menulis
            Jika naskah Anda ditolak atau sudah pernah diterbitkan, teruslah menulis. Kembangkan terus kemampuan Anda dan perbanyak karya-karya Anda.
o   Ber Komunitas
            Dunia kepenulisan tidak segemerlap dunia X-Faktor, D-Terong maupun sepakbola yang selalu ada penonton dan penikmatnya. Dunia kepenulisn merupakan dunia sunyi. Maksudnya hanya sedikit orang yang berminat untuk menulis bahkan untuk menjadi pembaca. Akan tetapi, dari sedikit orang inilah dunia akan terwarnai dengan berbagai ilmu pengetahuan. Meskipun sedikit yang berminat tapi apa yang kita tulis insyaallah akan memberikan manfaat untuk pembaca.
Dunia sunyi bukan berarti jauh dari pergaulan. Banyak wadah yang menampung orang untuk belajar menulis yakni komunitas yang bergerak dalam dunia literasi. Dengan berkomunitas kita akan dapat teman yang memiliki satu tujuan yakni menulis. Juga akan menambah wawasan kita tentang seluk beluk dunia kepenulisan mulai dari jaringan media massa, penerbit bahkan penulis terkenal sekalipun. Asma Nadia, Habiburrahman al Shirazy pun sampai saat ini juga berkomunitas. Salah satu komunitas yang mereka ikuti yakni Forum Lingkar Pena (FLP).      

TIPS Menulis
Pernahkah ketika Anda punya ide, kemudian mulai menulis tapi Anda selalu menunda menyelesaikan tulisan tersebut. Berikut adalah tipsnya agar disiplin menulis:
> Buat kerangka tulisan
            Untuk penulis yang telah biasa menulis, biasanya kerangkanya hanya di dalam pikiran saja, tapi ada juga yang menuliskan kerangka tersebut. Hal ini perlu agar tulisan memiliki arah dan target.
>Buat target
             Buat target kapan Anda akan menyelesaikan tulisan Anda. Jika perlu buat tabelnya berapa halaman per hari rencana Anda dan tuliskan faktanya atau pencapaiannya di sampingnya. Jika yang sering mengikuti lomba-lomba dengan dead line tertentu pasti sudah terbiasa.
Fokus
Fokus pada target yang Anda buat, jangan tergoda oleh godaan-godaan yang membuat Anda menunda menyelesaikan tulisan Anda
> Reward & punishment
            Anda juga bisa memberi hadiah pada diri Anda sendiri jika bisa mencapai target atau melebihi target, dan Anda juga bisa memberi hukuman pada diri sendiri jika sebaliknya yang terjadi
Mencari Ide
Ide datang darimana saja dan kapan saja. Lalu, kita bisa mendapatkan ide cerita dari mana?
a.       Berawal dari sebuah buku (membaca)
b.      Nonton TV
c.       Jalan-jalan
d.      Dengerin curhatan teman
e.       Mengembangkan cerita lama

Setelah kita menemukan ide. Hal apa yang semestinya kita lakukan? Supaya ide yang kita dapatkan tidak hilang terbawa angin.
1.      Menyimpan ide sebagai sms
2.      Kucatat dalam buku kecil
3.      Langsung tulis
Macam-macam karangan:
1.      Karangan fiksi
Karangan fiksi adalah karangan yang ditulis berdasarkan imajinasi pengarangnya dan biasanya berupa cerpen, novel, dan naskah drama.
2.      Karangan non Fiksi
Karangan non fiksi selalu dibuat dengan mengandalkan fakta dan data serta ditulis bukan dalam bentuk cerita.
3.      Karangan Faksi
Karangan Faksi merupakan karangan yang dibuat dengan berdasarkan data dan fakta namun dituturkan dalam bentuk cerita.

Mengirimkan Karangan ke media massa (majalah atau koran):
1.      Tiap majalah dan koran mempunyai pembaca yang berbeda. Perhatikan betul hal itu. Kalua memang majalah itu berupa majalah khusus remaja putri, tulislah karangan dengan melibatkan tokoh seorang remaja putri.
2.      Karangan untuk majalah dank orang biasanya dibuat pendek saja. Bila diketik panjangnya sekitar 3-5 halaman folio spasi 1,5 dengan ukuran huruf 12. Sesuai ketentuan masing-masing media soalnya berbeda-beda antara media satu dengan yang lainnya.
3.      Biasanya naskah di kirim via e-mail. Tapi, ada juga majalah atau koran yang meminta naskahnya di kirim via pos dalam print out.
4.      Jangan lupa untuk mencantumkan biodata lengkap, yakni nama lengkap, alamat rumah beserta kode pos (alamat alternatif lain), nomor telepon, nomor rekening.
5.      Jangka waktu pemuatan sebuah naskah biasanya ada yang 1 bulan, 2 bulan bahkan 3 bulan. Ada juga media yang tidak memberitahu terkait waktu pemuatan. Ketika selama 3 bulan itu naskah kita tidak di muat, kita lebih baik menghubungi pihak redaksi majalah tersebut.
6.      Ingat jangan mengirim naskah yang sama ke beberapa redaksi yang berbeda dalam satu waktu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar