Selasa, 26 November 2013

Catatan Perjalananku



                            Temu Wilayah se-Jateng DIY MITI Clusster Mahsasiswa di UNNES

Tepatnya tanggal 23 – 24 November 2013, Sabtu & Minggu Aku dan dua adik tingkat menghadiri acara temu wilayah masyarakat Ilmuwan & Teknolog Indonesia bertempat di Universitas Negeri Semarang (UNNES), Gunung Pati, Ungaran, Semarang. Kegiatan ini merupakan program dari MITI yang diadakan setiap setahun sekali yang merupakan perkumpulan kelompok study tingkat universitas, untuk di IAIN Surakarta sendiri belum ada kelompok studi oleh karena itu masih dalam naungan BEM IAIN Surakarta di bawah Kementrian Riset & Teknologi, Agus Yulianto selaku menterinya.  Agenda di temu ilmiah ini sangat menarik sekali karna agenda ini merupakan wadah para ilmuwan-ilmuwan muda yang kedepannya bisa memberikan kontribusi untuk mengembangkan Indonesia.  Begitu banyak materi yang di paparkan oleh narasumber mengenai kondisi Negara kita. Kegiatan ini di isi dengan seminar dan diskusi dimana kita sebagai seorang mahasiswa bisa memberikan suatu karya yang nyata melalui lembaga kampus yang kita miliki. Pada kesempatan ini saya mengajak teman2 dari FORDISTA Fak. Ilmu Tarbiyah & Keguruan, Farid Mustofa, Selaku Ketua periode saat ini dan Faris selaku bidang PSDA. Harapan kita dari temu ilmiah ini dapat membuka cakrawala dan menambah jaringan untuk memajukan lembaga kampus tentunya.
Selain itu ada acara seminar nasional pendidikan yang mengangkat tema “ Pendidikan Berkualitas Membangun Daya Saing Bangsa” dengan narasumber Dr.Edi Suharyati yang merupakan lulusan dari Universitas di Jepang dan juga dosen UGM.  Beliau menempuh pendidikan dari jenjang S1 sampai S3 di Negara matahari terbit. Beliau begitu banyak memaparkan mengenai kemajuan pendidikan yang ada di Negara Sakura tersebut mulai dari pendidikan tingkat dasar sampai tingkat universitas. Salah satu hal yang menarik dari seminar tersebut adalah bahwa kemajuan pendidikan Negara Jepang salah satunya tidak ada perubahan di dalam kurikulum. Jadi di Negara Jepang kurikulum yang di pakai selama ini dari masa jadul sampai masa sekarang ini tidak ada perubahan hanya saja ada suatu modifikasi dalam pengolahan kurikulum tersebut. Selain itu jam terbang masyarakat Jepang sangat tinggi dalam menuntut ilmu.Meskipun sekolah tidak berseragam dan tingkat disiplinnya tinggi. Selain itu adanya dukungan penuh dari pemerintah untuk memajukan pendidikan, seperti penghargaan kepada para ilmuwan yang ada disana. Jadi para peneliti di jepang sangat diperhatikan sekali masalah kesejahteraan. Ketika mendengar pemaparan ini saya sempat berfikir “ Kapan Indonesia seperti Jepang?” hanya angan belaka.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 17 kampus seJateng & DIY seperti UGM, UMY, UIN Sunan Kalijaga,UNS, IAIN Surakarta, UNDIP, IKIP PGRI Semarang, UNNES, AMIKOM Yogyakarta, UNSOED Purwokerto dll.  Acaranya sangat menarik dan kita mendapatkan jaringan untuk bertukar pikiran dan informasi. Supaya tali silahturhami ini tetap berjalan maka saya buatkan group buat teman2 alumni temu wil. Jateng DIY dengan nama ALUMNI TEMWIL JATENG DIY MITI harapannya dari group ini kita bisa sharing dan tukar informasi. 
Ketika mengikuti acara ini ada satu moment yang membuat diri ini merinding hamper meneteskan air mata, ketika itu ada acara diskusi bersama pakar Pendidikan luar Biasa, Drs. Sucipto yang merupakan kepala sekolah SLB N Semarang. Kebetulan beliau ini alumni dari pendidikan lar biasa UNY dan aku juga sempat membaca buku beliau yang saat itu aku temukan di perpustakaan IAIN Ska Pusat. Beliau hadir tidak sendirian akan tetapi bersama anak-anak didiknya. Mereka merupakan anak luar biasa. Beliau sempat mengatakan “ Kami dating dan hadir disini bukan untuk dikasihani akan tetapi kami dating di sini supaya memberikan inspirasi untu kalian semua”. Ketika Pak Sucipto mengenalkan salah satu anak didiknya yang bernama Bakhul membuat kami semua tersentak dengan sedikit cerita mengenai latar belakang anak tersebut. Anaknya itu tinggi besar wajahnya sungguh sangat menawan bagi siapa saja yang melihatnya dan dia memiliki kelebihan menyanyi denga suara yang sangat merdu sekali. Akan tetapi, si Bakhul ini anak yang memiliki kekurangan dari segi angka. Dia lemah dalam berfikir terkait hitung-hitungan bahkan menghitung uang sekalipun tidak tidak bisa. Ada satu lagi anak yang menginspirasi saya Karisma seorang anak yang memiliki kelebihan luar biasa sejak usia lima tahun ketika ingin bersekolah di tempat umum begitu banyak yang menolak dikarenakan anak ini berbeda perilakunya dengan yang lainnya hiperaktif. Akan tetapi, anak ini memiliki kecerdasan multiple intelegence yang sungguh luar biasa. Prestasinya begitu lar biasa. Dia satu-satunya pemain drum katagori anak autis se-dunia yang berhasil memecahkan rekor muri dan juga vokalis terbaik katagori anak autis sed-dunia. Selain itu dia juga memecahkan rekor muri dengan menghafal ratusan lagu. Aku hanya mengucapkan SubhanaAllah..di balik kekurangan ada kelebihan. Ternyata segala sesuatu yang ada di dunia ini tidak ada yang sempurna. Tanggal 1 desember 2013 mendatang mereka akan tampil di Metro TV acara Kick Andy. Merekan ada bukan untuk di hindari tapi mereka ada untuk di akui. Harapanku kedepannya aku bisa mengundang mereka ke kampusku.   Supaya civitas akademika dapat bersyukur dengan apa yang dimilikinya. Luar biasa!!.
                                    Karisma saat tampil nyanyi di Kick Andy
                                                    Cindy anak Autis memecah rekor MURI



Siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang Cindy Widhoretno memainkan alat musik drum, saat dilakukan pengujian oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia. MURI memberikan penghargaan kepada Cindy untuk kategori "Anak Autis dengan Kemampuan Terbanyak" karena dinilai memiliki kemampuan dapat memainkan alat musik drum, gitar, keyboard, menari, melukis, dan memasak.
                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar