Jumat, 22 Juli 2011

SAJAK-SAJAK

Antara Kau dan Aku

Ketika engkau dibisiki hidup adalah kegelapan
Dan dengan penuh rasa takut…
Kau sebarkan apa yang telah dituturkan.
Langit hitam berbenang merah bersulam darah
Halilintar bergetar menebarkan tebaran getar

Lalu apa yang akan engkau lakukan
Marah…
Kenapa harus marah

Aku pun hanya tertawa…

Darahpun melambai-lambai diatas periuk berduri
Rongga api dihentakkan kedasar bumi
Jiwapun berumbai-rumbai dalam dekapan mimpi

Lalu apa yang akan engkau lakukan
Marah…
Kau pun harus marah

Aku pun Diam.

Kau pun merayapi sekujur kesepian
Mengundang angan

Mata bintang yang hanya diam
Menyuguhi harapan dalam hidupmu


Dan kau pun seperti ortodok…
Yang tak mau kalah dengan egomu

Tapi aku hanya
Diam…

Beratus-ratus abad pun
Kau tak kan pernah paham maksudku
Dan jika ortodok masih hidup dalam darahmu
Sampai mampus pun …!
Kau tak kan terima diriku.

Oleh Agus Yulianto
“ Ketika Aku dalam Kesepian”
Tarbiyah 2009






Agus Yulianto atau nama pena Askar Pinilih. Mahasiswa IAIN Surakarta Jurusan Tarbiyah 2009. Penulis yang selalu bermertamorfosa dengan nuansa modern. Beberapa karyanya pernah di publikasikan dalam bulletin sastra RUMPUT tahun 2008, Majalah Sekolah, Harian Solopos dalam sajak remaja tahun 2002 dan beberapa media di kampus. Penulis juga pernah menjuarai ajang lomba baca puisi. Dan merupakan pembaca terbaik dalam TASCAKRA AWARD 2010 ( Komunitas Pembaca Kab.Karanganyar) di Perpustakaan Daerah Kab. Karanganyar. Satu kalimat Rajin Baca Banyak Tahu , Malas Baca Sok Tahu..

SAJAK

Ijinkan aku bertanya

Oleh :Agus Yulianto

Ketika aku bertanya pada kalian
Yang berdiri menatapku

“ Untuk apa kalian berdiri disini…!”

Disini bukanlah tempat orang-orang nongkrong
Disini bukanlah tempat orang-orang shoping
Disini bukanlah tempat orang-orang bohong

Apakah kalian bisa jawab pertanyaanku

Aku bertanya kembali
Kepada kalian yang ada disana

“ Hai..kawan..aku bertanya…”

Sudah siapkah kalian jadi sarjana….
Sarjana tanpa ilmu
Sarjana tanpa ijazah
Sarjana tanpa bekal makan dan minum
Sehingga kelaparan


Bingung….kemana mencari nasi untuk dimakan
Bingung…dengan bekal apa mencari nasi
Bingung…apa yang didapat dari perguruan tinggi
yang menjadi dambaan dalam hidupnya.

Sudah berulang kali aku katakan…
Janganlah kau hanya berdemontrasi saja
Atas nama rakyat itu senjatamu
Janganlah kalian hanya belanja saja
Atas nama bapakmu yang punya seribu sedan
Janganlah kalian hanya bersyair saja
Atas nama sastra kau jadikan sebagai perayu cintamu

Tiada hari tanpa hari…
Tiada waktu tanpa waktu…
Aku hanya berkata…
Akan sampai kapan kalian bertahan
Dan engkau harus menjawabnya…
Apabila engkau tetap bertahan
Aku akan memburumu seperti kutukan!