Rabu, 16 Maret 2011

Mensiasati Kekurangan Jam Pelajaran PAI di Sekolah

        Salah satu masalah yang sering dikemukakan para pengamat pendidikan islam yaitu adanya kekurangan jam pelajaran untuk pengajaran agama islam yang disediakan di sekolah-sekolah umum seperti SD, SMP, atau SMA. Masalah inilah yang sering di anggap sebagai penyebab utama timbulnya kekurangan para pelajaran dalam memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama. Sebaagi akibat dari kekurangan ini, para pelajar tidak memiliki bekal yang memadai untuk membentengi dirinya dari berbagai pengaruh negatif akibat globalisasi yang menerpa kehidupan . Banyak pelajar yang terlibat dalam perbuatan yang kurang terpuji seperti tawuran, pencurian, penodongan, penyalah gunaan obat -obatan terlarang, dan sebagainya. Semua ini karna para pelajar kurangnya bekal pendidikan agama.  
           Untuk mengatasi permasalahn tersebut di atas, solusi yang ditawarkan antara lain dengan menambah jumlah jam pelajaran agama di sekolah dan dengan menambah waktu untuk memberikan perhatian, kasih sayang, bimbingan dan pengawasan dari kedua orang tua di rumah. Disini akan saya beri solusi alternatif untuk menambah jam pelajaran PAI :
  1. Merubah orientasi dan fokus pengajaran agama yang semula bersifat subjek matter oriented  menjadi pengajaran agama yang berorientasi pada pengalaman dan pembentukan sikap keagamaan melalui pembiasaan hidup sesuai dengan agama.
  2. Dengan cara menambah jam pelajaran agama yang diberikan di luar jam pelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Dalam kaitan ini berupa kegiatan ekstra kurikuler seperti pesantren kilat, ROHIS dll.
  3. Meningkatkan perhatian dan kasih sayang serta bimbingan serta pengawasan yang di berikan oleh kedua orang tua di rumah. Hal ini berdasarkan pada pemikiran bahwa anak-anak yang sedang dirumah tumbuh dewasa dan belum membentuk sikap keagamaannya sangat memerlukan bantuan dari kedua orang tua.
  4. Dengan cara melaksanakan tradisi keislaman yang berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnahb yang disertai dengan penghayatan akan makna dan pesan moral yang terkandung di dalamnya.
  5. Pembinaan sikap keagamaan tersebut dapat pula dilakukan dengan memanfaatkan berbagai mass media yang tersedia, seperti radio, surat kabar, buku bacaan, televisi, dll. Di ketahui bahwa salah satu ciri di era modern ini adalah tersedianya berbagai media komunikasi dan informasi di samping menawarkan berbagai pilihan yang negatif juga pilihan yang positif.




Kamis, 10 Maret 2011

Remaja Muslim, Remaja Super

       Berbicara mengenai remaja tidak akan pernah ada habisnya. memang hal itu benar...Tapi lihat dulu apa yang akan di bicarakan. Di zaman yang serba modern ini sangat jarang orang membicarakan tentang remaja yang tangguh dan super. Rata-rata masyarakat sekarang membicarakan mengenai kehidupan remaja yang notabene di pandang dari negatif. Bukan berbicara tentang bagaimana menjadikan agar remaja sekarang bisa menjadi remaja muslim yang tangguh, smart dan super.
          Kalau berbicara mengenai remaja super. sebenarnya kita harus tahu makna remaja super itu sendiri. Remaja dikatakan super apabila dia pintar, juara, aktivis, dan cakep. Belum tentu, dalam islam yang dimaksud dengan remaja maka ia jadi semakin baik di hadapan Allah SWT dan di hadapan manusia. Jadi kunci utama remaja super adalah ke shalihan, tak ada yang lain oleh karena itu, agar kita bisa jadi remaja super maka kita senantiasa slalu berdoa kepada Allah SWT. Agar menjadikan kita sebagai muslim yang baik, dan dijauhkan dari kesesatan. Salah satu doanya sebagai berikut : " Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada hati kami , dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karna sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (Karunia) < Qs.Ali Imran : 8>
           Sebagai remaja muslim yang super, kita harus mempunyai cita-cita dan tujuan hidup yang super juga. Salah satu kisah dari sahabat Nabi SAW yatiu Khubaib bin 'Ady : Dalam sebuah insiden ; ia ditahan dan disalib oleh orang-orang musyrik. Tatkala orang-orang musyrik bersiap membunuh dan  menyalibnya, maka ia berkata; " aku tidak akan peduli saat aku terbunuh sebagai seorang muslim, dimanakah di sisi Allah jasadku akan ditempatkan. Tujuanku adalah dari dua ujung busur panah. Maka aku takkan peduli. " Dari kisah tersebut dapat belajar bahwa cita-cita yang paling super alias tertinggi adalah surga di akhirat. Sedangkan tujuan yang tertinggi adalah keridhaan Allah SWT.
          Untuk menjadi remaja muslim yang super dengan tujuan dan cita-cita super tidak berarti harus menarik diri dari apa yang kita jalani saat ini. Punya tujuan dan cita-cita super itu berarti setiap saat aktivitas kamu harus di niatkan sebagai ibadah untuk meraih ridha Allah SWT. Setiap kegiatanmu harus berorientasi ke surga, untuk ketemu sama Allah SWT. Semua kegiatan itu berarti dari yang kecil sampai yang besar. Mulai dari makan-minum, tidur, sekolah, sampai berorganisasi, dan sebagainya. Semuanya itu harus diniatkan karena Allah SWT.
         Kesadaran bahwa semua itu harus bernilai ibadah insyaAllah akan membuatmu hati-hati juga. Jika semua kegiatan kita sehari-hari di orientasikan sebagai ibadah, maka kami juga akan menjaganya agar sesuai dengan syariat.
         Ketika kita beraktivitas di bidang duniawi, kita harus tetap menuntut ilmu agama mengamalkannya serta mendakwahkannya. InsyaAllah dengan demikian kita akan menjadi super karena cita-cita dan tujuan kita hanya pada Allah SWT. Maju terus muslim remaja super. 
(Berbagai sumber)